Internasional Kriminal Nasional

Antra Burkah dan Hak Asasi Muslimah

Written by hidayah news

Wina, Hidayahnews.com – Polisi di Austria dituduh mengeluarkan pernyataan rasis terhadap sekelompok Muslimah muda di negeri tersebut. Kejadian itu bermula ketika sekelompok perempuan muda melewati tempat pemeriksaan paspor di Bandar Udara Internasional Wina.

Esma Aiad, salah seorang dari kelompok tersebut, mengatakan kepada kantor berita Anadolu, mereka baru pulang dari kunjungan ke Istanbul dan Cappadocia, Turki. Kemudian seorang polisi di tempat pemeriksaan paspor bertanya kepada dua anggota kelompok itu yang bercadar, “Mereka menikahi kami secara paksa di Istanbul, ‘kan?”

“Pernyataan polisi tersebut rasis, bersifat diskriminasi. Itu bukan omongan ringan atau kelakar,” kata perempuan tersebut.

“Pernyataan yang ia ucapkan terhadap teman-teman saya, perlakuan kasarnya ketika saya mendekati dia untuk berbicara, dan penolakannya untuk memberikan nomor lencana adalah melanggar hukum.”

Kelompok perempuan muda itu ingin mengajukan tuntutan pidana terhadap pelaku tindakan rasis yang mereka hadapi.

Johann Baumschlager, seorang juru bicara polisi, mengatakan mereka akan menyelidiki peristiwa tersebut dan menanyai polisi itu mengenai dugaan pernyataan rasis tersebut.

Pada Oktober 2017, bandar udara di Wina juga menyaksikan rombongan warga negara Turki menjadi sasaran penggeledahan dengan menggunakan anji pelacak. Dilema antara keamanan dan hak asasi, kejadian serupa sering dialami muslimah di berbagai negara barat yang menerapkan pengamanan ketat.

Kita harus bijak menyingkapi hal serupa dan tidak semata menyalahkan petugas keamanan, karena tugas mereka melindungi masyarakat luas. Petugas menjalankan tugasnya dengan profesional dan tidak berlebihan. Dan Muslimah yang berbusana burkah jangan merasa perlakuan petugas sebagai tindakan diskriminasi. (Bnr)

About the author

hidayah news

Leave a Comment