Sosial

Awal 2019, Sekjen Kemkominfo: Hoax Melonjak

Written by hidayah news

JAKARTA – {Hidayahnews.com} – Kabar hoax atau berita bohong pada Agustus 2018-Februari 2019 sebanyak 771 konten. Produksi hoax makin meningkat pada awal 2019. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) R Niken Widiastuti.

“Ternyata produksi hoax akhir-akhir ini meningkat luar biasa sekali. Kalau kita melihat selama beberapa bulan terakhir ini, ada 771 konten hoax,” kata Niken Widiastuti dalam forum silaturahmi Menko Polhukam dengan pemimpin redaksi media massa di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Pertemuan itu dihadiri langsung Menko Polhukam Wiranto, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Ketua Forum Pemred Kemal Gani, jajaran Kementerian Koordinator Polhukam, serta puluhan pemred dan perwakilan media. Kegiatan mengangkat tema “Pemilu Damai Adalah Kebanggaan Bangsa, Kita Semua Bersaudara”.

Niken Widiastuti merinci pada Agustus 2018 jumlah hoax mencapai 25, September (27), Oktober (53), November (63), Desember (75). “Tapi begitu masuk tahun 2019, hoax sudah 175 di Januari, Februari ada 353. Maret sedang kami kumpulkan. Ini bisa kita simpulkan bahwa hoax lebih banyak berkaitan dengan pemilu,” ungkap Niken Widiastuti.

Niken Widiastuti menuturkan, hoax yang berkaitan dengan politik sebanyak 181. Isinya menyerang penyelenggara pemilu. Selain itu, menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden 01 serta 02. Kemudian penyelenggara negara, dan calon anggota legislatif (caleg).

Niken Widiastuti menambahkan, hoax yang menyerang pemerintah berjumlah 119. Misalnya mengenai utang luar negeri yang dikatakan 60 persen dari produk domestik bruto (PDB). Lalu, tenaga kerja asing (TKA) yang diisukan 10 juta orang dalam sebulan. Realitasnya ternyata hanya ada 21.300 orang TKA. Berikutnya hoax yang berkaitan program pemerintah lainnya.

Niken Widiastuti menyatakan, kabar fitnah ada 110, isu suku, agama, ras, antargolongan (SARA) ada 50, hoax menyangkut kesehatan 126. “Hoax mengenai bencana alam ada 55. Isu internasional 19 dan perdagangan serta pendidikan ada sembilan. Dengan banyaknya hoax seperti ini, tentu partisipasi peran media sangat kami harapkan,” ucap Niken Widiastuti.

Niken Widiastuti menjelaskan, tujuan penyebar hoax selain provokasi yaitu menghancurkan kepercayaan masyarakat akan data dan kebenaran. “Karena yang dihancurkan adalah data dan kebenaran, maka media arus utama harus bisa membantu mengklarifikasi,” tegas Niken Widiastuti.

About the author

hidayah news

Leave a Comment