Iptek

Pengguna Personal Computer Diintai Penjahat Siber

Written by hidayah news

JAKARTA – {Berikatnews.com} – Avast, Perusahaan penyedia keamanan siber mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir, pengguna Windows 7,8, dan 10 di perangkat personal computer (PC) di rumah, mempunyai kemungkinan 20 persen untuk mendapatkan serangan siber.

Laporan Avast Global PC Risk Report 2019 juga menemukan bahwa pengguna Windows 10 di perangkat PC rumah, merupakan yang paling beresiko terserang advanced attack, sebagai ancaman yang belum diketahui sebelumnya dan dirancang untuk melewati proteksi teknologi dalam perangkat lunak keamanan seperti penyaringan URL, pemindaian email, tanda tangan, heuristic, dan emulator.

Windows Vista disebutkan sebagai versi yang paling aman, hal ini kemungkinan karena angka pengguna versi ini secara global turun menjadi 2 persen. Kondisi ini membuat Windows Vista tidak menarik bagi kalangan penjahat siber.

Kalangan pengguna Windows Vista secara personal, disebutkan mempunyai rasio resiko ancaman di bawah 10 persen dari semua ancaman dan rasio resiko sebesar 1,6 persen untuk advanced threats.

Kondisi yang sama dimiliki oleh kalangan pengguna Windows Vista di segmen perusahaan, dimana Windows Vista mempunyai kemungkinan 7 persen untuk menghadapi segala jenis ancaman dan 1 persen untuk advanced threats.

Security Evangelist Avast, Luis Corrons, menyatakan, penjahat siber membuat ancaman yang mengambil kesempatan dari aktivitas yang dilakukan para pengguna di rumah. Hal tersebut, tergantung dari kemampuan pengguna karena umumnya mereka tidak terlalu memperhatikan keamanan digital.

“Sebaliknya, perusahaan biasanya mempunyai kebijakan browsing yang ketat dan seluruh tim teknologi informasi (TI) berdedikasi menjaga jaringan yang aman. Untuk pengguna di rumah, sering kali tanpa sadar melakukan aktivitas online tanpa mempunyai tingkat keamanan yang mencukupi,” jelas Luis Corrons dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (19/3/2019).

Lusi menambahkan, menurut laporan Avast Global PC Risk Report 2019, sebanyak 29,29 persen komputer personal di Indonesia juga memiliki resiko ancaman dari segala jenis infeksi, dengan 8,11 persen diantaranya terserang advanced attack.

Sedangkan untuk kalangan pengguna di perusahaan, terdapat 29,5 persen perangkat komputer yang beresiko dari segala jenis infeksi, dengan 5,36 persen diantaranya terserang advanced attack.

Laporan Avast Global PC Risk Report 2019 juga menyebutkan, Indonesia termasuk dalam daftar sepuluh negara teratas untuk komputer perusahaan yang paling beresiko terhadap segala jenis ancaman.

Sementara itu, Afghanistan, Iran, dan Tiongkok, berada dalam daftar teratas negara yang pengguna perangkat komputer personal di rumah memiliki resiko tertinggi.

Sedangkan Pakistan, Vietnam dan Tiongkok, adalah negara-negara dengan perangkat komputer personal di perusahaan, paling beresiko terhadap serangan siber.

About the author

hidayah news

Leave a Comment