Politik & Hukum

Bawaslu: Data Pemilih Ganda 1,8 Juta, Berpotensi Ubah Perolehan Suara Pilpres

Written by hidayah news

JAKARTA – {Hidayahnews.com} – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengungkapkan potensi data pemilih ganda di Pemilu 2019 mencapai angka 1,8 juta pemilih. Menurut Bagja, jika angka tersebut benar, maka akan berbahaya karena bisa mempengaruhi
perolehan suara parpol dan perolehan suara capres-cawapres.

“Kalau perkiraan kami benar masih ada selisih data ganda sebanyak itu, maka itu bisa (berpotensi mempengaruhi) ubah peta siapa yang jadi presiden, parpol mana saja yang masuk parlemen dan parpol mana saja yang selamat (mengamankan perolehan suara parpol),” ujar Bagja, di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin Nomor 14, Sarinah, Jakarta, Rabu (12/9).

Sebelumnya, Bawaslu menemukan 1 juta lebih data ganda dari 285 kabupaten/kota. Bagja memperkirakan angkanya bisa mencapai 1,8 juta dari 34 provinsi.

“Ini baru perkiraan kami. Jika perkiraan kami benar nantinya masih ada 1,8 juta data pemilih ganda, maka sangat berbahaya,” katanya.

Lebih lanjut, Bagja berharap agar data pemilih ganda harus dibersihkan secara keseluruhan. Bahkan, kata dia, Bawaslu meminta penetapan DPT hasil perbaikan yang rencananya akan dilakukan pada 16 September nanti, kembali diundur.

“Tentu harus diundur lagi penetapan hasil perbaikan DPT itu. Sebab, kalau masih ada pemilih yang ganda, akan berisiko. DPT itu harus benar-benar bersih,” katanya.

Sebagaimana diketahui, jumlah DPT nasional Pemilu 2019 dari 34 provinsi yang sudah ditetapkan sebanyak 185.732.093 orang. Jumlah ini terdiri dari 92.802.671 orang pemilih laki-laki dan 92.929.422 orang pemilih perempuan.

Para pemilih ini tersebar di 514 kabupaten/kota, 7.201 kecamatan dan 83.370 kelurahan/desa. Jumlah TPS yang disediakan untuk mengakomodasi para pemilih ini sebanyak 805.075 titik TPS.

Penetapan DPT ini dilakukan dalam rapat pleno terbuka pada 5 September lalu. Namun, berdasarkan kesepakatan, diberi waktu 10 hari untuk melakukan penyempurnaan DPT Pemilu 2019. Salah satunya untuk membersihkan data ganda dari DPT.

About the author

hidayah news

Leave a Comment