Iptek

Waspada Predatory Lending Berbasis Online

Written by hidayah news

JAKARTA- {Hidayahnews.com} – Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), meminta kepada masyarakat Indonesia untuk lebih waspada terhadap praktik-praktik peminjaman uang, yang berbasis online dan mengandung unsur penipuan. Praktik ini kerap disebut predatory lending.

Ketua Bidang Peminjaman Cash Loan Aftech Sunu Widyatmoko mengungkapkan predatory lending bertujuan memeras peminjam hingga habis. “Predatory lending itu kalau dalam bahasa Indonesia istilahnya suatu praktik tipu-tipu dalam pemberian pinjaman. Tujuannya sebetulnya memeras peminjam sampai sehabis-habisnya,” kata Sunu.

Ia menjelaskan, biasanya perusahaan yang melakukan predatory lending memiliki beberapa ciri, yakni tidak memaparkan dengan jelas informasi terkait bunga pinjaman, denda jika terlambat membayar, dan cara perhitungan bunga serta denda.
Jika sebuah layanan peminjaman tidak menjelaskan secara rinci poin-poin tersebut sebelum peminjam melakukan peminjaman, maka kemungkinan besar itu adalah praktik predatory lending.

Untuk memastikan apakah sebuah layanan peminjaman merupakan ‘predator’ atau tidak, Aftech mengimbau masyarakat untuk memperhatikan dengan rinci seluruh informasi sebelum melakukan peminjaman, serta mengimbau untuk menghindari layanan pinjaman dengan bunga yang terlalu tinggi.

“Pilihlah perusahaan fintech yang sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Saat ini sudah 64 perusahaan fintech peer to peer lending terdaftar di OJK. Gampangnya, kalau perusahaan yang belum terdaftar, pasti dia tidak mencantumkan logo OJK.” Ujar sunu.

About the author

hidayah news

Leave a Comment